Perencanaan Laporan Bisnis

1. Pengertian dan jenis laporan bisnis

Laporan bisnis adalah sebuah dokumen yang di dalamnya terdapat pesan-pesan yang objektif, tersusun secara teratur yang digunakan untuk menyampaikan informasi dari suatu bagian organisasional atau dari suatu institusi ke institusi yang lain untuk membantu pengambilan keputusan atau pemecah masalah.

Adapun jenis-jenis laporan bisnis yaitu sebagai berikut:

1. Laporan individu dan laporan resmi
2. Laporan rutin dan laporan khusus
3. Laporan internal dan laporan eksternal

2. Bagian pokok dalam laporan bisnis
Sebuah laporan bisnis pada umumnya memiliki beberapa bagian, yaitu:

1. Pendahuluan
2. Isi
3. Penutup

3. Pengorganisasian isi dalam laporan bisnis

Ada 2 cara yang dapat sipilih untuk digunakan dalam penyusunan isi laporan bisnis, yaitu cara deduksi ( cara langsung) dan cara induksi (cara tak langsung).
1. Cara deduksi : menyampaikan ide pokok terlebih dahulu, lalu baru dijelaskan hal-hal yang rinci
2. Cara induksi : menjelaskan fakta terlebih dahulu, baru kemudian meberikan ide pokok, kesimpulan dan rekomendasi

4. Penulisan laporan singkat
Karakteristik laporan singkat:
1. Gaya penulisan pribadi yang menggunakan gaya penulisan orang pertama atau kedua
2. Grafik untuk menekankan penulisan
3. Judul dan sub-judul dalam tubuh laporan
4. Format memo atau surat
5. Membuat laporan bisnis yang baik

Untuk membuat laporan bisnis yang baik perlu diprhatikan hal-hal seperti berikut ini:
1.Akurat
2. Keputusan yang baik
3. Format, gaya dan organisasi yang responsif

Sumber :

belajarkomunikasi.com
Books.google.co.id

Pengorganisasian dan Revisi Pesan – pesan Bisnis

Pengorganisasian dan Revisi Pesan – Pesan Bisnis

A. Pengorganisasian melalui outline

1. Mendefinisikan dan mengelompokkan ide-ide.

2. Menentukan urutan dengan rencana operasional

B. Pemilihan kata yang tepat

1. Kata yang sudah familiar.

2. Kata yang singkat.

3. Hindari kata bermakna ganda.

C. Membuat kalimat yang efektif

Bentuk kalimat yang dengan sadar & sengaja disusun untuk mencapai informasi yang tepat & baik.

Sumber :

belajarkomunikasi.com
Books.google.co.id

Perencanaan Pesan – pesan Bisnis

Perencanaan Pesan-Pesan Bisnis

A. Penentuan Proses Komposisi

1. Perencanaan
Dalam tahap ini dipikirkan hal-hal yang mendasar seperti yang akan menerima pesan, ide pokok pesan-pesan yang akan disampaikan dan saluran media yang akan digunakan untuk menyampaikan pesan.

B. Penentuan Tujuan

Dalam merencanakan suatu pesan bisnis hal yang pertama yang dilakukan adalah memikirkan maksud dan tujuan komunikasi. Dengan tujuan yang jelas maka kita dapat mengambil beberapa keputusan, antara lain:
1. Keputusan untuk meneruskan pesan
2. Keputusan untuk menanggapi audience
3. Keputusan untuk menentukan isi
4. Keputusan untuk menetapkan saluran atau media

C. Analisis Audience

1. Cara mengembangkan profil audience :

a. Berapa jumlah dan bagaimana komposisi audience ?
b. Siapa audience ?
c. Bagaimana reaksi audience ?
d. Bagaimana tingkat pemahaman audience ?
e. Bagaimana hubungan komunikator dengan audience ?

2. Cara memuaskan kebutuhan informasi audience :

a. Cari tahu yang diinginkan audience
b. Antisipasi terhadap pertanyaan yang tak diungkapkan
c. Berikan semua informasi yang diperlukan
d. Yakinkan bahwa informasi yang diberikan akurat
e. Jelaskan ide-ide yang paling menarik bagi audience

D. Penentuan Ide Pokok

Hal-hal yang harus dilakukan sebelum menentukan ide pokok, yaitu :

1. Brainstorming

a. Storyteller’s tour : menggunakan tape recorder untuk menelaah pesan yang
disampaikan
b. Random list : menulis segala sesuatu yang ada di pikiran
c. CFR (Conclusion, finding, recommendation) Worksheet : menggunakan
worksheet.
d. Jounalistic Approach : menggunakan pendekatan jurnalistik untuk
menentukan ide pokok .
e. Q&A chain : melihat sisi perspektif audience .
f. Pembatasan cakupan : menggunakan kata-kata yang singkat dan efektif

E. Seleksi Saluran dan Media

Ide-ide dapat disampaikan melalui dua saluran, yaitu komunikasi lisan dan komunikasi tertulis. Salah satu keunggulan dari komunikasi lisan adalah cepatnya mendapatkan umpan balik, sedangkan keunggulan dari komunikasi tertulis adalah komunikator dapat merencanakan dan mengendalikan pesan yang akan disampaikan terlebih dahulu.

Sumber :

academia.edu/8904758/perencanaan_pesan-pesan_bisnis

Teknologi Informasi dalam Komunikasi Bisnis

A. Keuntungan menguasai Teknologi Informasi

1. Mudah dalam mencari sebuah informasi.
2. Mudah dalam mengerjakan suatu pekerjaan.
3. Menggunakan teknologi untuk memperluas jaringan kerja.
4. Memiliki nilai lebih dimata setiap orang karena kita mengikuti
perkembangan zaman.
5. Memudahkan kita dalam berkomunikasi dengan klien kita di dunia bisnis.
6. Dalam dunia pendidikan, memudahkan kita untuk mencari informasi tentang wawasan nusantara serta dunia agar kita .
7. Memudahkan kita dalam pencarian dan menemukan data yang kita
inginkan.
8. Dalam bidang sosial, kita dapat bersosialisasi sluas luasnya dengan kerabat, keluarga serta masyarakat lain melalui teknologi informasi. Contohnya dengan bertukar kabar melalui sosial media maupun kita dapat melakukan “video call” pada aplikasi tertentu agar kita dapat melihat keadaan orang lain tanpa harus menemuinya secara langsung.

B. Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam komunikasi bisnis

Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam dunia bisnis dapat kita dilihat dari berbagai bidang seperti bidang kepariwisataan, manufaktur, pertanian, pertambangan atau yang sedang menjadi trend masa kini yaitu situs berjualan secara online.
Saat ini kita dapat membeli atau menjual barang dimana pun kita berada karena adanya perkembangan teknologi saat ini kita dipermudah untuk melakukan segala hal dengan cepat. Dengan adanya jual beli secara online kita dapat memilih barang apapun yang ingin kita beli dengan cara mencarinya di situs online jual beli yang saat ini sedang marak dipasaran.

C. Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pengambilan Keputusan Bisnis

Keberhasilan seorang wirausahawan di dalam bisnis tergantung pada kemampuan membuat keputusan yang meningkatkan keuntungan bisnisnya pada masa yang akan datang.
Pedoman untuk untuk membuat keputusan, kuncinya adalah sebagai berikut :

1. Mencari fakta dari persoalan yang sudah dikenal
2. Identifikasi
3. Memiliki keberanian dalam mengambil keputusan
4. Bersedia mengambil tindakan agresif dalam menerapkan keputusan
5. Mengambil resiko yang sedang-sedang saja jika terdapat ketidakpastian yang besar
6. Jauhi keputusan yang dapat mengubah susunan organisasi secara drastis
7. Keputusan perlu diuji coba terlebih dahulu

Sumber :

cholicul-fpsi.web.unair.ac.id

Komunikasi dalam Organisasi

A. Pola komunikasi bisnis

Secara umum pola komunikasi dikelompokan menjadi saluran komunikasi formal dan non- formal:
1. Saluran komunikasi formal
a. Komunikasi dari atas ke bawah (downward/top-down communication)
b. Komunikasi dari bawah ke atas (upward/bottom-up communication)
c. Komunikasi horizontal (komunikasi lateral)
d. Komunikasi diagonal

2. Saluran komunikasi non – formal

Di dalam saluran ini biasanya orang – orang yang ada di dalam organisasi tidak mempedulikan pangkat, kedudukan ataupun jabatan agar dapat berkomunikasi secara leluasa. Sesuatu yang mereka perbincangkan kadang – kadang menyisipkan tentang lelucon atau kata – kata yang bersifat humor, tentang keluarga, anak- anak, musik, film dan sesekalimereka berbicara tentang hal yang berkitan dengan situasi kerja mereka. Informasi – informasi yang didapat dari komunikasi non formal ini seringkali kurang akurat dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

B. Mengelola komunikasi bisnis

Ada dua hal yang perlu diperhatikan untuk mengelola komunikasi yaitu sebagai berikut :
1. Saluran formal

a. Mengurangi jumlah pesan

b. Member instruksi yang jelas

c. Mendelegasikan tanggung jawab

d. Melatih para penulis dan pembicara

2. Penanganan krisis komunikasi

Mengelola arus pesan – pesan bisnis merupakan hal yang biasa, tetapi keterampilan komunikasi baru teruji ketika muncul krisis komunikasi dalam suatu organisasi. Munculnya krisis komunikasi ini karena resiko yang dimiliki yang harus dihadapi semakin besar maka tingkat kemampuan serta ketrampilan pun semakin tinggi. Krisis komunikasi ini merupakan suatu kegiatan untuk menguji coba keterampilan komunikasi yang cukup menantang.

C. Masalah Komunikasi dalam Organisasi

1. Masalah dalam mengembangkan pesan
2. Masalah dalam menyampaikan pesan
3. Masalah dalam menerima pesan
4. Masalah dalam menafsirkan pesan

Sumber :

1. Purwanto, Djoko. (2003). Komunikasi Bisnis (2nd ed.). Jakarta: Erlangga.
2. Purwanto, Djoko. (2011). Komunikasi Bisnis (4th ed.). Jakarta: Erlangga.
3. Purwanto, Djoko. (1997). Komunikasi Bisnis. Jakarta: Erlangga.
4. Nawangsari, Sri. (1997). Komunikasi Bisnis. Jakarta: Gunadarma.

Peranan Komunikasi dalam Dunia Bisnis

Peranan Komunikasi dalam Dunia Bisnis

A. Peranan Komunikasi dalam bisnis

1. Pengertian Komunikasi dan Bisnis

a. Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan atau informasi serta gagasan ide yang dikemukakan oleh seseorang.

b. Bisnis
Bisnis adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan cara bertransaksi. Biasanya bisnis terjadi apabila seseorang melakukan jual atau beli suatu barang maupun jasa kepada konsumennya. Adapun tujuan lain dari bisnis yaitu mendapatkan keuntungan atau biasa disebut dengan laba. Dalam artian lain, bisnis adalah melakukan suatu aktivitas dan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan.

2. Pengertian Komunikasi Bisnis

Komunikasi bisnis adalah pertukaran gagasan dan informasi yang memiliki tujuan tertentu yang disajikan secara personal atau impersonal melalui simbol-simbol atau sinyal . Bisnis melibatkan pertukaran informasi secara terus – menerus. Lebih banyak bisnis yang dijalankan makan semakin luas juga komunikasi yang akan tercipta.
Peran komunikasi dalam berbisnis sangatlah penting karena komunikasi yang baik dapat menguntungkan sebuah bisnis yang sedang dilakukan. Terciptanya komunikasi yang baik serta komunikasi yang efektif akan mendatangkan sebuah keuntungan dalam berbisnis. Maka seseorang yang dapat berkomunikasi dengan baik dengan orang lain biasanya dengan mudah menjalankan bisnis yang dikelolanya. Dengan demikian, bisnis dan komunikasi berjalan bergandengan tangan.

3. Komunikasi Bisnis menurut Para Ahli
Menurut Purwanto (2006:4), pengertian komunikasi bisnis yaitu komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis, mencakup berbagai macam bentuk komunikasi, baik komunikasi verbal ataupun komunikasi non verbal untuk mencapai tujuan tertentu. Pada dasarnya komunikasi bisnis ini dibagi dalam dua hal yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non verbal.
B. Tujuan dari Komunikasi dalam Bisnis

Komunikasi bisnis merupakan setiap komunikasi yang dipergunakan untuk berbagai kepentingan bisnis, seperti untuk membangunpartnerships, sumber daya intelektual, atau untuk mempromosikan satu gagasan, produk, servis, atau pun suatu organisasi.
Fungsi komunikasi bisnis terdiri dari fungsi informative, regulatory, persuasive, integrative.
Dalam komunikasi bisnis, terdapat beberapa tujuan tertentu. Berikut ini adalah beberapa tujuan komunikasi bisnis yakni :
1. Meningkatkan goodwill (nama baik) perusahaan.
2. Meningkatkan hubungan baik perusahaan dengan masyarakat.
3. Meningkatkan fungsi kepemimpinan dalam perusahaan.

C. Kesalahpahaman dalam Berkomunikasi

Di dalam komunikasi pasti pernah ada kesalahpahaman yang terjadi. Kesalahpahaman
komunikasi adalah salah satu kendala komunikasi yang dapat menciptakan sebuah konflik.
Suatu kondisi salah paham biasa dimunculkan ketika suatu informsi yang diterima oleh
seseorang memiliki makna yang berbeda dari yang dimaksudkan oleh si pemberi informasi.

Kesalahpahaman ini banyak sekali bentuknya, mulai dari hal-hal sepele dalam kehidupan
sehari-hari, sampai kesalahpahaman oleh kalangan elit politik yang menentukan kehidupan
orang banyak.
Rata-rata kesalahpahaman memang terjadi pada komunikasi yang masih dasar, yakni tahapan komunikasi yang menyenangkan. Dalam tahapan ini, komunikator dan komunikan merasa masih belum perlu membahas masalah secara detail, sehingga kadang terselip beberapa poin yang menjadi sumber kesalahpahaman. Berbeda dengan tahapan lain, misalnya komunikasi untuk hubungan yg lebih baik, yang walaupun kadang tetap ada yg namanya salah paham, namun sudah dalam jumlah yang minimal.
Kondisi kesalahpahaman semacam ini umumnya disebabkan karena tingkat kemampuan
berkomunikasi yang kurang baik, entah itu dalam hal menyampaikan informasi maupun
dalam hal menerima informasi. Disini kemampuan berkomunikasi memegang peranan
yang sangat penting. Bagaimanapun juga, kemampuan berkomunikasi seseorang turut
menentukan efektif tidaknya hubungan yang dibangun dengan orang lain.
Ada beberapa cara untuk menghindari kesalahpahaman. Yang paling penting adalah
meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Kemampuan ini bisa kita tingkatkan dengan,
misalnya, banyak membaca koran atau tulisan lain yang memakai tata bahasa efektif dan
sistematis. Selain itu, jangan lupa tanyakan kepada lawan bicara hal-hal yang kita belum
jelas maksudnya.

D. Memperbaiki Komunikasi dalam Organisasi

Cara mengatasi hambatan dan memperbaiki komunikasi agar menjadi lebih efektif (Beeve dan Thill, 2003;22) adalah :
1. Memelihara iklim komunikasi terbuka
Iklim komunikasi merupakan campuran dari nilai, tradisi dan kebiasaan. Komunikasi terbuka akan mendorong keterusterangan dan kejujuran serta mempermudah umpan balik.
2. Bertekad memegang teguh etika berkomunikasi
3. Memahami kesulitan komunikasi antarbudaya
Majunya perkembangan teknologi dan informasi telah menyebabkan terjadinya interaksi antarbudaya baik dalam lingkup regional, nasional, maupun internasional.
4. Menggunakan pendekatan berkomunikasi yang berpusat pada penerima
Menggunakan pendekatan yang berpusat pada penerima berarti tetap mengingat penerima ketika sedang berkomunikasi.
5. Menggunakan teknologi secara bijaksana dan bertanggungjawab untuk memperoleh dan membagi informasi.
Teknologi dapat dipergunakan untuk menyusun , merevisi dan mendistribusikan pesan. Penggunaan teknologi yang bertanggung jawab dan bijaksana akan mendorong terciptanya komunikasi yang efektif.
6. Menciptakan dan memproses pesan secara efektif dan efisien. Hal itu dapat dilakukan dengan cara :
a. Memahami penerima pesan
b. Menyesuaikan pesan dengan penerima
c. Mengurangi jumlah pesan
d. Memilih saluran atau media yang tepat
e. Meningkatkan keterampilan berkomunikasi

Sumber :
http://www.kejuruan.click/2015/07/tujuan-dan-fungsi-komunikasi-bisnis.html
http://www.kompasiana.com/15021987/salah-paham-dalam-berkomunikasi_551245dda33311f156ba8217
Buku Komunikasi Bisnis, “Sutrisna Dewi”.

Dasar Komunikasi dan Komunikasi Bisnis

A. PENGERTIAN DAN CAKUPAN KOMUNIKASI

Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan atau informasi dari satu pihak ke pihak yang lainnya. Komunikasi biasanya dilakukan oleh seseorang untuk menyampaikan informasi dari satu individu ke individu lain, suatu kelompok, organisasi bahkan ke seluruh masyarakat. Tujuan seseorang menggunakan komunikasi yaitu agar mereka dapat terhubung satu sama lain antara orang lain maupun terhadap lingkungan.
Komunikasi sering dilakukan secara verbal atau dapat disebut secara lisan yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Selain secara lisan atau verbal, komunikasi juga dapat dilakukan dengan cara menunjukkan sikap – sikap tertentu dengan menggerakan tubuh, memberi sandi melalui gerak – gerik badan. Misalnya dengan cara menggelengkan kepala yang berarti tidak mau, memberikan senyuman, melambaikan tangan yang berarti meenandakan salam perpisahan dan yang lainnya. Contoh komunikasi tersebut adalah komunikasi non-verbal.
Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah :
• Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
• Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
• Saluran (channel) adalah media di mana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
• Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
• Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
• Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijalankan (“Protokol”)
Pengertian Komunikasi menurut para ahli adalah sebagai berikut :
1. Menurut William J. Seller adalah suatu proses dimana simbol nonverbal dan verbal dikirimkan, diterima dan diberi makna.
2. Menurut Raymond Ross adalah suatu proses yang menyortir, memilikh dan mengirim simbolsimbol yang sedemikian rupa sehingga dapat membantu pendengar dalam membangkitkan daya respon atau pemaknaan dari sebuah pemikiran yang selaras dengan yang dimaksud oleh komunikator.
3. Menurut Carl I. Hovland adalah sebuah proses yang mungkin seseorang dapat menyampaikan rangsangan atau dengan lambang verbal yang bertujuan untuk mengubah pola tingkah laku orang lain.
4. Menurut Uchjana Effendy adalah suatu proses dalam menyampaikan pesan dari seseorang kepada orang lain dengan bertujuan untuk memberitahu, mengeluarkan pendapat, mengubah pola sikap atau perilaku baik langsung maupun tidak langsung.
5. Menurut Colin Cherry adalah suatu proses yang pihak-pihak saling menggunakan informasi dalam mencapai tujuan secara bersama dan mengaitkan hubungan antar penerus rangsangan dan pembangkitan balasannnya.
6. Menurut Forsdale adalah sebuah proses yang dalam sistem terbentuk dan dipelihara serta diubah dengan bertujuan agar sinyal-sinyal yang dikirimkan dan dapat diterima dengan dilakukan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
7. Menurut Everett M. Rogers adalah sebuah proses dimana ide dialihkan dari satu sumber ke penerima lainnya dengan tujuan untuk mengubah pola perilaku mereka.
8. Menurut Ruben dan Steward adalah suatu proses mengaitkan individu yang satu dengan individu yang lainnya dalam suatu komunitas, kelompok, organisasi dan masyarakat yang menciptakan dan merespon pesan dengan tujuan beradaptasi dengan lingkungan yang satu dengan lainnya.
9. Menurut Deddy Mulyana terdiri atas tiga konseptual yaitu komunikasi sebagai interaksi, komunikasi sebagai interaksi dan komunikasi sebagai tindakan satu arah.
10. Menurut William I. Gorden dapat dikategorikan menjadi empat yaitu komunikasi instrumental, komunikasi ritual, komunikasi sosial, dan komunikasi ekspresif.
11. Menurut Ruben dan Steward dalam ilmu komunikasi adalah komunikasi merupakan suatu kegiatan kompleks, komunikasi merupakan suatu bidang yang populer, komunikasi merupakan hal yang vital untuk suatu kedudukan atau posis yang efektif, komunikasi merupakan sesuatu.
Dalam komunikasi terdapat 4 tingkatan komunikasi yaitu sebagai berikut :
1. Komunikasi massa bisa diartikan sebagai suatu jenis komunikasi yang diperuntukkan pada ruang lingkungan hidup yang lebih luas dari jenis-jenis komunikasi yang ada sebelumnya dan dilakukan melalui sebuah perantara yaitu media cetak maupun media elektronik sehingga pesan yang sama bisa diterima dengan cepat dan serentak.
2. Komunikasi organisasi bisa dimakna sebagai jenis komunikasi dilakukan untuk memiliki ruang lingkup yang lebih luas. Komunikasi dapat terjadi dalam penerimaan dan pengirim berbagai informasiorganisasi dalam sebuah kelompok informal maupun formal dari sebuah organisasi dengan jumlah anggota relatif sedikit. jenis komunikasi ini dapat dilakukan dengan lebih dari 2 orang tetapi mempunyai ruang lingkungan hidup yang kecil, dimana setiap individu memiliki pandangan dari setiap informasi yang disampaikan.
3. Komunikasi antarpribadi bisa dimaknai sebagai jenis komunikasi yang dilakukan oleh seseorang dengan yang lain secara personal. Jenis komunikasi antarpribadi ini dapat dilakukan dengan cara bertatap muka dua orang namun biasanya tidak dilakukan secara tatap muka.
4. Komunikasi intrapribadi yaitu suatu jenis komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang seperti proses dalam mengolah informasi melalui sistem sara dan pancaindra manusia. Jenis komunikasi ini dapat dilakukan kepada satu orang saja, semisal berkomunikasi dengan diri sendiri atau sedang mengkhayal.
B. Unsur – unsur dalam Komunikasi
Komunikasi juga memiliki unsur – unsur berupa informasi, proses penyampaian, penyandian, pesan, saluran atau media, penafsiran, penerimaan umpan balik serta gangguan .
Berikut adalah 7 unsur dan 1 unsur tambahan yang dimiliki oleh komunikasi :
1. Pengirim: Unsur komunikasi ini adalah orang yang memiliki informasi dan kehendak untuk menyampaikan kepada penerima informasi yaitu orang lain. Pengirim atau komunikator dalam organisasi dapat berupa karyawan ataupun juga pimpinan organisasi.

2. Penyandian (encoding) adalah proses mengubah informasi ke dalam isyarat isyarat atau simbol simbol tertentu untuk ditansmisikan. Proses penyandian ini dilakukan oleh pengirim.
3. Pesan adalah informasi yang hendak disampaikan oleh pengirim kepada penerima informasi dalam komunikasi. Sebagian besar pesan dalam bentuk kata, baik, berupa ucapan ataupun juga tulisan. Akan tetapi, bermacam macam perilaku non verbal dapat juga dilakukan dalam komunikasi untuk menyampaikan pesan dan sebagai bentuk pesan tersebut seperti gerakan tubuh (body languange), raut muka, kedipan mata, dan banyak lagi lainnya.

4. Saluran atau Media. Ini merupakan unsur komunikasi yang digunakan untuk melakukan pengiriman pesan dari pengirim ke penerima informasi dalam komunikasi. Saluran yang digunakan dapat berbentuk secara langsung atau tidak menggunakan perantaran apapun yaitu person to person, langsung berhadapan tatap muka dan berbicara, atau melalui saluran tidak langsung atau menggunakan media ataupun alat bantuan seperti surat kabar, komputer, internet, facebook, tulisan di koran, majalah, dan banyak lagi alat komunikasi lainnya.

5. Penerima : Penerima merupakan unsur komunikasi yang penting, tanpanya, tidak akan ada komunikasi. Pihak penerima yang akan mengambil pesan tersebut dan kemudian melakukan penafsiran atas informasi yang diterima oleh pengirim melalui saluran komunikasi yang ada.

6. Penafsiran atau Decoding. Keren kan. Decoding atau penafsiran merupakan unsur komunikasi yang dilakukan oleh si penerima pesan. Pesan yang diterima dalam komunikasi dapat ditafsirkan secara langsung atau sesuai yang terlihat dan juga dapat ditafsirkan lebih dalam lagi. Tingkat penafsiran seseorang penerima pesan terhadap pesan dapat berbeda tergantung orang tersebut, keadaan si pemberi pesan atau pengirim dan sebagainya.

7. Umpan balik atau feed back. Ini merupakan unsur komunikasi menjadi penanda bagi pengirim bahwa pesan yang disampaikannya diterima oleh pihak penerima pesan, sehingga pihak penerima memberikan tanggapan. Tanggapan yang muncul dapat sesuai ataupun tidak sesuai dengan harapan pengirim, tergantung dengan proses penafsiran yang dilakukan penerima pesan. Umpan balik atau feed back hanya dapat terjadi dalam komunikasi dua arah.

8. Gangguan. Ini merupakan unsur tambahan dalam komunikasi. Noises atau gangguan merupakan faktor merusak komunikasi. Dengan adanya noises, atau gangguan, maka dapat terjadi kesalahan dalam komunikasi.

Selain memiliki unsur – unsur tertentu komunikasi juga memiliki arah untuk menciptakan suasana yang tepat sesuai penempatannya. Terdapat 3 macam arah komunikasi yaitu:
1. Komunikasi ke bawah, yaitu jenis komunikasi yang bersifat perintah ke pada bawahan. Umumnya dilakukan oleh seseorang yang memiliki kekuasaan dan wewenang yang lebih tinggi dari si penerima pesan.

2. Komunikasi ke atas, digunakan untuk memberikan umpan balik pada atasan dalam organisasi.

3. Komunikasi lateral adalah komunikasi yang bersifat horizontal sesama anggota dalam kelompok.

C. Bentuk Dasar dari Komunikasi
Dalam terciptanya suatu komunikasi yang baik peran komunikator juga sangat penting karena komunikator yang baik adalah komunikator yang dapat menciptakan suasana menjadi lebih menarik, dapat mengajak orang lain untuk ikut berpartisipasi, mapu meghidupkan suasana, menempatkan perkataan sesuai dengan tempatnya agar memiliki arti yang mudah dipahami oleh orang lain, menentukan target untuk menyesuaikan pemilihan kata yang digunakan mungkin sesekali menyelipkan humor agar suasana terasa lebih rileks dan santai. Komunikator juga harus dapat mempersiapkan materi bahwa hal tersebut akan dilakukan secara lisan/ucapan atau secara tulisan.

Pada dasarnya ada dua bentuk komunikasi yang lazim digunakan dalam praktek dunia bisnis maupun nonbisnis yaitu komunikasi verbal dan nonverbal. Masing-masing bentuk komunikasi tersebut dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut:
1. Komunikasi Verbal (Verbal Communications)
Komunikasi verbal merupakan salah satu bentuk komunikasi yang disampaikan kepada pihak lain melalui tulisan maupun lisan. Komunikasi ini biasa dilakukan dalam kehidupan sehari – hari.
2. Komunikasi Nonverbal (Non – Verbal Communications)
Bentuk komunikasi yang paling mendasar dalam komunikasi bisnis adalah komunikasi nonverbal. Menurut teori antropology sebelum manusia menggunakan kata-kata, mereka telah menggunakan gerakan-gerakan tubuh, bahasa isyarat (body language) sebagai alat untuk berkomunikasi dengan orang lain
3. Mengapa Komunikasi Nonverbal Penting ?
Meskipun komunikasi nonverbal sering tidak terencana atau kurang terstruktur, namun komunikasi nonverbal memiliki pengaruh yang lebih besar daripada komunikasi verbal. Isyarat-isyarat komunikasi nonverbal adalah sangat penting terutama dalam menyampaikan perasaan dan emosi.

Sumber :

Pengertian Komunikasi menurut para ahli

http://sarungpreneur.com/pengertian-komunikasi-bisnis-menurut-para-ahli/
http://www.peribahasaindonesia.com/bentuk-bentuk-dasar-komunikasi/

Jenis-jenis Komunikasi

Jenis-jenis Komunikasi

1. Komunikasi menurut Cara Penyampaiannya.
Menurut cara penyampaian informasi dapat dibedakan menjadi:
a. Komunikasi Lisan
b. Komunikasi Tertulis

2. Komunikasi menurut Kelangsungannya
Dalam proses komunikasi dapat kita ketahui terjadinya interaksi dua belah pihak tersebu sebagai berikut :
a. Komunikasi langsung
b. Komunikasi tidak langsung

3. Komunikasi menurut Perilaku
Menurut perilaku, komunikasi dapat dibedakan menjadi sebagai berikut :
a. Komunikasi Fromal
b. Komunikasi Informal
c. Komunikasi Nonformal

4. Komunikasi menurut Maksudnya
Menurut maksudnya, komunikasi dapat dibedakan menjadi:
a. berpidato
b. member ceramah
c. member perasaan
d. wawancara
e. member perintah atau tugas

5. Komunikasi menurut Ruang Lingkupnya
Menurut ruang lingkupnya, komunikasi dibedakan menjadi:
a. Komunikasi internal
b. Komunikasi Eksternal

6. Komunikasi menurut Aliran Informasi
Menurut aliran informasi dapat dibedakan menjadi :
a. Komunikasi satu arah (simplex)
b. Komunikasi dua arah
c. Komunikasi ke atas
d. Komunikasi ke bawah
e. Komunikasi ke samping

7. Komunikasi menurut Jaringan Kerja
Menurut jaringan kerja, komunikasi dapat dibedakan menjadi :
a. Komunikasi jaringan kerja rantai
b. Komunikasi jaringan kerja lingkaran
c. Komunikasi jaringan bintang

8. Komunikasi menurut Peranan Individu
Menurut peranan individu, komunikasi dapat dibedakan menjadi:
a. Komunikasi antar individu dengan individu yang lain
b. Komunikasi antara individu dengan lingkungan yang lebih luas
c. Komunikasi antara individu dengan dua kelompok atau lebih

9. Komunikasi menurut Jumlah Pelaku dalam Komunikasi Tersebut
Menurut jumlah pelaku, komunikasi dapat dibedakan menjadi:
a. Komunikasi perseorangan
b. Komunikasi Kelompok

Sumber :

elearning.gunadarma.ac.id

Komunikasi dalam Tulisan

Komunikasi dalam Tulisan

A. Penulisan kabar atau berita

Teknik menulis berita (tahapan) :
1. Fact organizing
2. Lead decision
3. Word selection
4. Start to write

B. Penulisan pesan-pesan persuasive

Persuasif : Suatu usaha untuk mengubah sikap, kepercayaan atau tindakan audience
untuk mencapai suatu tujuan.

Sebagai pesan-pesan rutin, pesan-pesan persuasif dimulai dengan melakukan:

1. Analisis audience

2. Pertimbangan perbedaan budaya

3. Memilih pendekatan organisasional

C. Korespondensi ( surat-menyurat )

Korespondensi adalah kegiatan penyampaian pesan berupa surat antara pihak-pihak yang terkait di dalamnya baik itu mengatasnamakan instansi atau perseorangan.

1. Ciri – ciri surat adalah sebagai berikut :

a. Berupa tulisan .
b. Terdapat isi pesan yang menjadi pokok pembahasan.
c. Gaya bahasa sesuai dengan jenis surat
d. Terdapat informasi mengenai pihak yang terkait

2. Fungsi Surat adalah sebagai berikut :

a. Sebagai penyampaian pesan
b. Sebagai wakil pengirim
c. Sebagai pedoman atau petunjuk suatu hal
d. Sebagai bukti tertulis
e. Sebagai alat pengingat
f. Sebagai dokumen penting

Sumber :

kejuruan.click
slideshare.net
siyusuf.com

Komunikasi Lisan dan Negosiasi

Komunikasi Lisan dan Negosiasi

A. Komunikasi lisan dalam rapat

Dalam sebuah pertemuan atau rapat setiap peserta harus mengetahui tata cara mereka dalam melakukan suatu hal. Peserta harus mengetahui posisi penempatan di dalam forum tersebut. Setiap peserta yang hadir diharapkan bersikap sebagai berikut :

1. Mampu berkomunikasi secara jujur, terbuka dan bertanggung jawab .

2. Mampu menjadi komunikator yang aktif namun tidak memonopoli pembicaraan.

3. Mampu menjadi komunikator yang responsive namun tidak emosional.

4. Mampu berperan sebagai penyelaras yang bijaksana dan adil.

5. Mampu mengendalikan diri.

B. Komunikasi lisan dalam wawancara

Dalam melakukan wawancara kita pastinya berkomunikasi secara lisan terhadap nara sumber yang akan kita berikan sejumlah pertanyaan. Di dalam sesi wawancara komunikasi juga sangat berperan penting karena dalam melakukan wawancara kita harus memiliki attitude atau sikap yang baik terhadap nara sumber. Di dalam wawancara kita harus memposisikan diri kita sebaik mungkin agar nara sumber merasa nyaman dan tidak merasa seperti sedang diinterogasi dengan pertanyaan – pertanyaan yang kita ajukan kepadanya. Pemilihan kata yang kita gunakan ketika sedang berkomunikasi dengan orang lain pun berpengaruh dalam proses pengumpulan data yang kita perlukan.
Komunikasi non – verbal pun berfungsi dalam melakukan sebuah wawancara, misalnya kita tidak boleh sering melakukan menggerak – gerakan tubuh saat dalam proses wawancara karena hal tersebut dapat mengganggu konsentrasi lawan bicara kita. Misalnya, posisi tangan kita tidak boleh sering kesana kemari tidak terarah saat proses wawancara. Kita tidak diperkenankan untuk melakukan yang tidak sopan dipandang mata.

Jadi dalam proses wawancara, komunikasi yang baik dan efektif sangat diperlukan dan sangat berharga bagi si pewawancara dan nara sumbernya agar tercipta suasana yang rileks namun tetap bermakna.

C. Komunikasi lisan dalam bernegosiasi

Agar berkomunikasi lebih efektif dan mengena sasaran dalam negosiasi bisnis harus melakukan tahap-tahap seperti berikut ini :

1. Fact-finding
Mengumpulkan data data yang valid dan akurat serta menemukan fakta – fakta yang dapat mendukung agar terjadinya kerjasama yang baik .

2. Planning
Mempersiapkan perencanaan yang matang dalam menjalankan suatu negoisasi.

3. Penyampaian
Harus disampaikan secra baik agar tidak muncul adanya kesalah pahaman antara kedua belah pihak.

4. Umpan balik

5. Evaluasi

Dalam bernegosiasi kita juga harus melakukan evaluasi terhadap apa yang telah di negosiasikan. Evaluasi bertujuan untuk merevisi kekurangan serta kelebihan apa saja yang telah disepakati oleh kedua belah pihak yang telah bernegosiasi.

Sumber :

esaunggul.ac.id